Pasang Iklan hubungi Indra 02191872929

Pasang Iklan link perusahaan di informasi komersial Rp 75,000 /bulan

Pasang Iklan Sponsor Perusahaan Rp 100,000 /bulan


Info Hubungi Indra: 021 9187 2929-0813 9809 1829


Jumat, 27 Agustus 2010

EQ Dalam Menjadi Orangtua

Sedari kecil, orangtua sudah harus mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya melalui pemahaman dan pengelolaan emosi serta komunikasi yang efektif dengan menanamkan nilai-nilai penting dan luhur kepada anak-anaknya melalui EQ, sebaiknya pengajaran dilakukan pada saat sang anak sejak dalam kandungan. Berbicara dengan sang anak dalam kandungan dengan perkataan yang membangun, dapat mempengaruhi sifat sang anak, mendengarkan musik klasik diyakini dapat membentuk anak lebih pintar, dan memberikan segenap cinta pada anak tersebut dapat membuat anak merasakan cinta dan menyalurkannya dengan lebih baik dan terbuka.

Kecerdasan Emosi atau Emotional Quantum (EQ), menurut Daniel Goleman, yaitu sebagai kesanggupan untuk memperhitungkan atau menyadari situasi tempat kita berada, untuk membaca emosi orang lain dan emosi diri sendiri serta untuk bertindak dengan cepat.
Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Peribahasa ini menekankan bahwa setiap anak mencontoh orangtuanya dalam bertindak. Apabila Anda menngucapkan kata-kata kasar, maka akan seperti itulah anak Anda nantinya, bahkan bisa lebih parah. Pertanyaannya adalah siapakah Anda di mata 

hati anak Anda atau ingin menjadi seperti siapakah Anda di mata anak Anda?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, yang perlu kita lakukan adalah dengan melakukan penilaian terhadap diri sendiri mengenai kecenderungan gaya kita berinteraksi atau berkomunikasi dengan anak-anak. Bila Anda ingin menjadikan Yesus sebagai pusat keluarga, maka Anda harus menjadi seperti Yesus. Contoh semua tingkah laku Yesus, turuti kata-kata - Nya, pegang terus firman-Nya, laksanakan seperti apa yang Dia perintahkan, dan juga menaruh Dia dalam setiap segi kehidupan Anda.

Dampak emosial kata-kata sangat mempengaruhi cara Anda mengkomunikasikan dan menarik keberhasilan Anda untuk menjadi orangtua pelatih emosi anak. Bila Anda sungguh-sungguh mengganti kata-kata yang berenergi tinggi, proses menuju keinginan Anda menjadi orangtua pelatih emosi merupakan perjalanan yang mengasyikkan dan menakjubkan.

"Dunia indah bukan karena dunia berubah menjadi indah tetapi karena kita memandang dan merasakan dengan cara yang indah." Demikian kutipan dalam buku 7 Step of EQ Parenting. Sangatlah penting untuk mempunyai cara pandang yang positif. Hal ini dapat membuat kita bertutur kata dengan baik dan melihat sesuatu hal yang positif dalam hal yang paling negatif sekalipun.

Karena itu, kenali dulu pikiran dan emosi Anda. Cari tahu apa yang menjadi kekurangan Anda, dan ingatkan diri Anda selalu untuk memperbaiki kekurangan itu. Pikiran yang positif akan membuat kata-kata yang keluar dalam mulut kita juga positif. Ingat, setiap perkataan mempunyai kuasa. Perkataan yang membangun, akan membangun anak Anda. Ketika anak Anda mengalami perasaan sedih, apapun yang Anda ucapkan dan lakukan terhadap anak Anda, sangat tergantung dari persepsi Anda terhadap kesedihan yang dialami sang anak.

Samakan dulu frekuensi Anda dengan anak Anda. Penyamaan frekuensi ini berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan kesadaraan diri. Bayangkan diri Anda sebagai seorang anak yang mengalami apa yang sedang anak Anda alami dan juga Anda harus menerima perasaan yang tidak enak yang sedang Anda alami baik dengan diri sendiri maupun dengan anak Anda.
Latihan terus menerus untuk mulai mengenali bagaimana cara Anda berpikir, berkata dan bertindak. Lakukan perubahan positif mengenai cara-cara Anda terus-menerus. Kenali emosi anak, berempati, menguatkan dan juga dapat mengusulkan alternatif solusi masalah yang dihadapi sang anak.

Source : shvoong/lh3


by :Indra putra

Tidak ada komentar: