Pasang Iklan hubungi Indra 02191872929

Pasang Iklan link perusahaan di informasi komersial Rp 75,000 /bulan

Pasang Iklan Sponsor Perusahaan Rp 100,000 /bulan


Info Hubungi Indra: 021 9187 2929-0813 9809 1829


Jumat, 11 Februari 2011

beli dolar , perlukah ?????

Banyak orang yang bertanya, perlukah kita membeli dolar? Pertanyaan ini sebenarnya mencerminkan kebiasaan orang Indonesia yang sudah dilakukan sejak dulu yaitu membeli mata uang asing. Selama ini kita memang mengenal rupiah sebagai mata uang utama untuk menabung. Tapi tetap saja orang menoleh ke mata uang asing sebagai alternatif untuk bisa dibeli dan ditabung. Dolar Amerika adalah salah satu mata uang yang paling sering dijadikan pilihan.

Alasan orang membeli dolar bermacam-macam. Salah satunya adalah nilai uang rupiah yang turun terus (menurut mereka). Padahal yang dimaksud nilai uang rupiah turun terus mungkin adalah harga barang dan jasa di Indonesia yang terus mengalami kenaikan. Contohnya, kalau dulu harga barang Rp 10 ribu, sekarang mungkin Rp 12 ribu dan beberapa tahun mendatang akan menjadi Rp 15 ribu.
Kalau dilihat dari segi kenaikan harga barang, anggapan itu memang betul. Tapi sebenarnya nilai dolar pun belum tentu naik terus. Kalau dulu harga dolar pernah Rp 2.500, lalu naik jadi Rp 5.000, 7.000, 9.000, bahkan pernah sampai Rp 15.000, hal itu terjadi karena ada krisis. Sedangkan krisis belum tentu akan ada lagi. Sekarang harga dolar malah turun lagi jadi sekitar Rp 9.000.
Jadi, jangan membeli dolar hanya karena takut harga barang di Indonesia naik terus tapi belilah dolar untuk berjaga-jaga kalau ada apa-apa.

Hal ini bisa dijelaskan sebagai berikut: kalau Anda perhatikan, harga dolar di Indonesia menganut sistem mengambang bebas. Artinya, harga dolar betul-betul “diserahkan” kepada tawar-menawar pasar. Kalau yang mau membeli dolar lebih banyak, biasanya harganya akan naik. Tapi kalau yang mau membeli dolar lebih sedikit daripada yang ingin menjualnya, bisa-bisa harga dolar turun.

Biasanya keinginan membeli dolar akan lebih banyak muncul ketika terjadi momen atau peristiwa khusus, misalnya ketika suhu politik mulai memanas menjelang Pemilu. Dolar banyak dibeli dengan alasan keamanan. Mereka merasa bahwa keadaan di Indonesia mulai tidak aman. Lalu mulailah mereka memborong dolar dan akibatnya harga dolar naik.

Sebaliknya, kalau keadaan negara stabil, adem-ayem, tentram dan damai, biasanya dolar juga akan stabil malah cenderung turun. Keadaan yang tenang membuat orang percaya dengan rupiah sehingga lebih sedikit orang yang membeli dolar. Jadi harga dolar pun turun.

Jadi, apakah Anda sebaiknya membeli dolar? Kalau untuk berjaga-jaga silahkan saja. Karena situasi negara kita saat ini belum bisa dibilang sudah betul-betul aman dan stabil. Yang perlu untuk Anda ingat adalah jangan memasukkan semua uang Anda dalam dolar. Setengahnya saja sudah cukup.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak tergelincir saat membeli dolar:

1. Belilah dolar di pedagang yang resmi
Salah satu hal yang paling ditakutkan orang ketika membeli dolar adalah mendapatkan uang dolar palsu. Jadi, belilah dolar di penjual resmi seperti bank atau money changer untuk menghindari kemungkinan tersebut.
Baik bank ataupun money changer bisa saja menjual dolar palsu kepada Anda. Tapi kemungkinan ini terhitung kecil karena institusi ini memiliki kepentingan agar Anda selalu kembali ke tempat mereka dan menjadi pelanggan. Reputasi adalah hal yang mereka jaga. Kalau sampai satu pelanggan kecewa dan nama mereka dimasukkan ke dalam Surat Pembaca di koran, hal itu tentu saja bisa menjadi iklan yang buruk bagi mereka.
Bandingkan dengan penjual dolar perorangan dan tidak resmi yang umumnya tidak punya reputasi untuk dibangun sehingga biasanya tidak memiliki kepentingan untuk menjaga reputasinya.

2. Jangan pernah memegang uang dolar kertas lama-lama
Perubahan fisik sedikit saja pada uang dolar Anda bisa membuanya dihargai lebih rendah dari yang seharusnya. Lebih baik selekasnya Anda simpan di safe deposit box atau setorkan saja ke bank.
Terkadang ketika menyetorkan dolar ke bank, selisih kursnya dapat merugikan Anda. Namun, kerugian karena selisih kurs masih lebih kecil daripada kerugian akibat perubahan fisik dolar. Lama-lama bisa saja uang dolar Anda tidak dihargai sama sekali kalau bentuk fisiknya betul-betul rusak. Kalau disetor ke bank, uang dolar Anda akan tercatat di sistem akuntansi mereka, bukan dalam bentuk fisik. Selain itu, Anda juga akan mendapatklan bunga. Lumayan bukan?

3. Ketahui arti dari istilah Kurs Beli dan Kurs Jual
Banyak orang yang masih salah mengartikan kurs beli dan kurs jual pada tempat jual beli dolar. Katakanlah Anda datang ke bank dan di sana tertulis kurs beli sebesar Rp 9.000 dan kurs jual Rp 9.100. Kalau Anda ingin membeli dolar, pada harga berapa Anda akan membeli dolar tersebut?
Jawabannya adalah pada kurs jual. Artinya kurs jual adalah kurs dimana bank bersedia menjual dolarnya. Sebaliknya kurs beli adalah kurs dimana bank bersedia membeli dolar yang Anda miliki. Anda harus selalu melihat dan mengartikan besarnya kurs dari sisi bank, bukan dari sisi Anda. Bukan sebaliknya.
by :Indra putra

Rumus Dasar Kurs Dollar VS Kurs Rupiah

Sebenarnya apa hubungannya investasi asing dengan kurs rupiah dollar? Kenapa jika investasi luar negeri Indonesia naik maka kurs dollar melemah dan kurs rupiah menguat? Berikut ini penjelasannya.

Kurs dollar vs rupiah tergantung hukum keuangan permintaan penawaran mata uang dollar vs rupiah. Investor luar negeri jual dollar dan beli rupiah untuk investasi Indonesia, karena investor asing investasi rupiah dan bukan investasi dollar. 

Jika investor luar negeri jual dollar berarti permintaan dollar turun. Bila permintaan dollar turun, otomatis kurs dollar akan turun. Jika investor asing beli rupiah berarti permintaan terhadap rupiah naik, bila hal ini terjadi maka kurs rupiah naik.

Keuntungan investasi luar negeri adalah kurs rupiah yang menguat itu karena mereka melakukan investasi di mata uang asing, seperti rupiah dan bukannya dollar. Hal ini akan membuat kita mengerti mengapa Indonesia butuh investasi dari luar negeri, khususnya investasi sektor riil.

Itulah pentingnya mengapa pemerintah Indonesia harus membangun fasilitas investasi terbaik, membangun infrastruktur, dan kepastian hukum supaya investor asing kelas dunia menilai Indonesia bisnis yang bagus dan mereka mau menginvestasikan saham di perusahaan Indonesia yagn terbaik.
by :Indra putra

Cara Pintar Untuk Membangun "Koneksi"

Jika Anda seorang pengusaha tentu tahu arti penting dari “koneksi.” Namun koneksi atau hubungan tidak hanya penting bagi para pengusaha, namun setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan, termasuk para karyawan. Tanpa koneksi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak, seseorang akan mengalami kesulitan meniti karirnya. Untuk itu bagaimana Anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien, rekan kerja, bawahan maupun atasan, sangat menentukan keberhasilan Anda.


Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman Anda:

Kepercayaan diri
Jika Anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, Anda harus menunjukkan kepercayaan diri. Anda harus kenal jati diri Anda yang sesungguhnya. Orang tidak akan memperhatikan suara orang asing, untuk itu Anda harus jadi diri sendiri.

Berkomuikasi dengan kejujuran dan ketulusan
Orang dapat mencium kepalsuan dari jauh. Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus dan menjaga agar hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda kenal dengan penuh kasih.

Kenalilah pendengan Anda.
Kenalilah orang-orang yang ada di sekeliling Anda. Hal ini berarti mengenal nama mereka, riwayat kehidupannya, bahkan impian-impian mereka. Anda harus belajar komunikasi mendengar untuk dapat semua informasi itu. Jika Anda telah mendapatkan semua informasi itu, maka Anda dapat menyampaikan sesuatu yang menjadi kepedulian mereka, bukan hanya apa yang menjadi kepedulian Anda.

Tunjukkan integritas Anda
Banyak orang bisa menyampaikan nasihat, namun sedikit yang bisa menyelaraskan apa yang mereka katakan dengan perbuatan mereka. Jika Anda memiliki integritas jenis ini, maka Anda akan mendapatkan penghormatan dari orang-orang disekitar Anda. Integritas ini akan membangun kepercayaan mereka. Tanpa integritas, sebuah hubungan tidak dapat terjalin dengan baik.

Pergilah ke tempat mereka berada
Seorang komunikator tidak akan membuat jurang pemisah dengan pendengarnya. Entah itu panggung yang terlalu tinggi, jarang dengan pendengar yang terlalu jauh ataupun pemisah imajiner seperti pola pikir yang salah. Hal yang sama juga jika Anda ingin membangun koneksi yang baik dengan orang-orang disekeliling Anda. Robohkan setiap tembok pemisah yang ada. Bicaralah dengan bahasa orang tersebut, dekatkanlah diri dengannya, sesuaikan diri Anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan dan lain sebagainya, dari orang tersebut. Sesuaikanlah diri Anda dengan orang tersebut, jangan memaksa orang lain menyesuaikan diri dengan Anda.

Pusatkan perhatian kepada diri mereka bukan Anda.
Ini adalah sebuah rahasia keberhasilan setiap orang sukses: mereka menempatkan orang lain lebih penting dari dirinya. Dengan cara pandang tersebut, mereka menjadikan orang lain sebagai pusat perhatiannya, bukan menjadikan dirinya sendiri sebagai pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan. Jadi, jangan lupakan hal yang sangat penting ini.

Percayalah kepada mereka
Cara membangun hubungan yang baik adalah dengan mempercayai bahwa setiap orang berharga. Dengan cara ini kita dapat membantu orang tersebut melihat potensi yang ada didalam dirinya. Rasa percaya Anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.

Tawarkan bantuan dan harapan
Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendiri di dunia ini, semua orang membutuhkan pertolongan orang lain. Untuk itu, tawarkanlah pertolongan kepada orang-orang di sekeliling Anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, Anda memberikan mereka masa depan.
Sebuah koneksi atau hubungan jika dibangun dengan benar akan membentuk sebuah siklus saling memberi dan menerima. Untuk itu awali dari diri Anda, berilah bantuan, perhatian, semangat dan harapan kepada orang-orang sekitar Anda. Dengan cara ini, Anda membangun anak tangga kehidupan menuju sebuah tingkat yang lebih tinggi.
by :Indra putra

Jangan Hanya Jadi Karyawan, Jadilah Pemimpin

Apakah Anda ingin mengalami promosi dalam kehidupan Anda, atau sudah merasa cukup dengan apa yang Anda terima saat ini? Tahukah Anda bahwa jika Anda tidak pernah mempersiapkan untuk promosi itu datang dalam hidup Anda, maka Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Jadi, yang menjadi penghambat terbesar karir Anda, adalah diri Anda sendiri. Jika hari ini Anda ingin mengalami peningkatan dari seorang karyawan biasa menjadi seorang pemimpin, maka persiapkanlah diri Anda untuk menjadi pemimpin.

Ada satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa tidak kepemimpinan merupakan sebuah proses. Vince Lombardi, seorang pelatih Football pernah berkata, “Pemimpin itu tidak dilahirkan, mereka dibentuk. Dan pembentukan mereka seperti pembentukan lainnya, harus melalui kerja keras. Hal itu adalah harga yang harus kita bayar untuk mencapai target, ataupun beberapa target.” Dari apa yang dikatakan Lombardi, saya dapat katakan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk mengembangkan diri menjadi seorang pemimpin selama ia mau membayar harganya, yaitu menjalani proses itu.

Salah satu langkah awal untuk mengembangkan kepemimpinan dalam hidup Anda adalah dengan memperluas pengaruh Anda. John Maxwell menuliskan dalam bukunya, “Mengembangkan Kepemimpinan Dalam Diri Anda,” bahwa “Kepemimpinan adalah pengaruh. Tidak lebih; tidak kurang.” Untuk memperluas pengaruh Anda, berarti Anda harus mengelola “hubungan” yang Anda miliki. Sebagai seorang karyawan, Anda memiliki bermacam hubungan seperti: hubungan dengan pemimpin, dengan sesama karyawan, dan juga klien,. Untuk mudahnya, mereka semua kita sebut dengan satu nama, klien. Ya, mereka semua adalah klien Anda. 

Untuk menjaga memperluas pengaruh Anda pada para klien Anda tersebut, beberapa hal berikut bisa Anda lakukan:
  • Milikilah cinta yang tulus kepada orang lain
Sama seperti hubungan harus dimulai dari hati dan bukannya kepala, demikian juga dengan kepemimpinan. Orang lain tidak peduli seberapa Anda tahu tentang diri mereka, sampai Anda menunjukkan kepedulian Anda. Jika Anda tidak membangun hubungan dari hati Anda, maka hubungan yang Anda bangun adalah sesuatu yang rapuh.
  • Jawablah kebutuhan mereka
Pemimpin Anda, rekan ataupun klien Anda adalah manusia. Mereka memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi, pelajari apa yang mereka suka, tidak suka, keinginan mereka, dan juga kebutuhannya. Dengan memperlakukan klien Anda dengan penuh hormat, terimalah pendapat mereka, bangunlah rasa percaya mereka pada Anda, dan tunjukkan bahwa Anda bersedia untuk bekerja sama dengan mereka.
  • Lihatlah melalui mata mereka
Penulis kitab Amsal pernah berkata, “Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri..” (Amsal 21:2a). Seringkali kita melihat sebuah situasi melalui cara pandang kita sendiri, dan pastinya bahwa kesimpulannya bahwa pendapat kitalah yang benar. Namun jika Anda ingin meningkatkan diri Anda menjadi seorang pemimpin, Anda harus bersedia melihat dengan kacamata orang lain. Anda harus bersedia menerima kritikan dan juga masukan, hal itu merupakan mutiara yang berharga bagi seorang pemimpin.
  • Libatkanlah orang lain dalam perjalanan Anda
Seorang pemimpin bukanlah seorang Superman, artinya pemimpin masih membutuhkan orang lain. Anda harus melibatkan orang lain dalam perjalanan kehidupan Anda, bahkan dalam Anda menjalani proses menuju sebuah tingkat yang lebih tinggi. Anda membutuhkan bantuan dari orang lain, baik itu pemimpin, rekan, klien dan juga keluarga Anda. Perjalanan dalam meniti anak tangga kepemimpinan bukanlah jalan yang mudah, ada banyak hal yang akan Anda lalui, dan kerap kali Anda butuh bantuan orang lain. Menerima bantuan dari orang lain tidak menunjukkan bahwa diri Anda lemah, namun menunjukkan bahwa Anda pribadi yang transparan dan otentik.

“Setiap orang adalah pemimpin karena setiap orang mempengaruhi seseorang,” demikian tulis John Maxwell. Jadi, apapun posisi Anda dalam pekerjaan saat ini, sadarilah bahwa diri Anda adalah seorang pemimpin. Dan satu hal utama yang menjadi misi seorang pemimpin, yaitu membantu orang-orang di sekelilingnya untuk bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Mulai hari ini berhentilah jadi karyawan biasa saja, mulailah jadi seorang pemimpin!
by :Indra putra

Hidup Dari Gaji Ke Gaji

Bila Anda termasuk orang yang menunggu-nunggu datangnya hari gajian agar pundi-pundi uang di rekening terisi, Anda tak sendirian. Hampir separuh karyawan, menurut survei yang dilakukan oleh careerbuilder.com, hidup hanya dengan mengandalkan gajinya.
Ketika ditanya soal tabungan, mayoritas menjawab tidak punya, bila ada yang punya, sebanyak 34% menjawab jumlah tabungannya tak sampai 100 dollar AS. Sementara itu dua dari tiga karyawan yang disurvei mengaku setiap bulannya membuat anggaran pengeluaran, tapi 19% menjawab sering tidak cukup menutupi biaya sehari-hari.

Yang mengherankan, bukan hanya karyawan yang bergaji pas-pasan saja yang merasa tak punya kesejahteraan finansial. Mereka yang bergaji cukup besar pun mengaku di akhir bulan, dana di kantong hanya pas-pasan. Gambaran tersebut tampaknya juga banyak dialami oleh mayoritas karyawan di Indonesia.
Untuk memiliki keuangan yang sehat, sudah saatnya Anda memeriksa ke mana "larinya" gaji yang selama ini diterima. 

Berikut beberapa faktor pengeluaran yang perlu dievaluasi :
  • Utang
Melunasi utang merupakan salah satu kewajiban yang perlu dipenuhi setiap bulannya agar Anda tidak tercekik oleh bunga utang yang tinggi. Namun, bila pengeluaran Anda lebih besar untuk membayar utang, coba diingat kembali mengapa Anda sampai berutang. Bila total utang Anda terlalu besar, bisa jadi penghasilan kita tak akan cukup untuk membiayai pengeluaran lain. Idealnya, total seluruh utang kita tidak melebihi dari 30% penghasilan. 

  • Biaya Kecil-Kecil
Pos pengeluaran untuk membayar cicilan angsuran, serta belanja bulanan, mungkin sudah dimasukkan dalam anggaran pengeluaran Anda. Tapi jangan lupa untuk memasukkan pengeluaran yang sifatnya kecil-kecil, seperti membeli majalah atau koran, membeli snack di kantor, ke salon, beli CD, dan sebagainya. Meski jumlahnya kecil tapi bila dikumpulkan dananya besar juga. "Buatlah anggaran belanja lalu tulis dengan rinci semua pengeluaran tiap bulan. Bandingkan, pasti ada yang membuat Anda kaget," kata Lisa R.Featherngill, konsultan finansial.
  • Makan Di Luar
Salah satu alasan mengapa kita sering tak bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah terlalu sering makan di luar. Sebenarnya bila kita mau sarapan  dan makan malam di rumah, pasti uang tak akan cepat habis begitu saja.
Namun, selalu ada hal yang jadi alasan untuk memboroskan uang dalam hal makanan. Jalanan macet, bangun kesiangan dan tak sempat membuat sarapan, atau jam meeting molor, dan masih banyak lagi penyebab kita lebih suka jajan di luar. Sesekali mungkin tak mengapa, tapi hitung berapa uang yang kita habiskan tiap bulannya untuk pos pengeluaran tersebut.
  • Tak Punya Dana Darurat
Penghasilan bulanan seharusnya memang digunakan untuk membiayai pengeluaran bulanan, sedangkan untuk pengeluaran yang sifatnya tak terduga atau tidak rutin, ambillah dari dana darurat. Karena itulah, buatlah pos pengeluaran untuk dana darurat ini yang jumlahnya minimal tiga kali jumlah biaya pengeluaran Anda. Taruhlah dana ini dalam rekening agar Anda bisa dengan cepat mengambilnya saat dibutuhkan. Dengan cara ini, pengeluaran Anda tak akan terganggu oleh pengeluaran tak terduga.
by :Indra putra

Tips Untuk Membuat Dana Darurat

Mulai dari sekarang Anda harus berpikir untuk menyiapkan dana darurat sebagai persiapan untuk menghadapi masa mendatang yang penuh dengan ketidakpastian. Dana darurat adalah celengan darurat yang berguna jika suatu saat Anda memmerlukannya. Kebanyakan orang mengira bahwa menyiapkan dana darurat adalah hal yang sulit namun jika Anda mengikuti beberapa tips berikut, mungkin Anda akan menjadi lebih mudah melakukannya. Yang harus Anda lakukan :

1. Perkirakan jumlah pengeluaran Anda setiap bulan.

2. Buatlah target tabungan dana darurat Anda, minimal 3-6 kali biaya hidup per bulan.

3. Sisihkan dana dari gaji Anda sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan.

4. Simpan dana dalam bentuk rekening pasar uang, rekening tabungan berbunga tinggi, dan reksadana pasar uang.

5. Perlakukan dana darurat sebagai salah satu tagihan yang harus dibayar setiap bulan agar termotivasi.

6. Kurangi alokasi anggaran yang tidak krusial untuk mempercepat terkumpulnya dana darurat.

7. Simpan uang receh yang diterima sebagai kembalian saat bertransaksi. Karena, jika dikumpulkan bisa jadi tabungan juga.

8. Batasi akses terhadap rekening dana darurat agar tidak tergoda menggunakannya.

9. Jangan habiskan bonus, tunjangan hari raya (THR), atau lainnya. Lebih baik masukkan ke rekening dana darurat.

10. Evaluasi jumlah pengeluaran dan pendapatan setahun sekali dan buat revisi anggaran dana darurat sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini.

by :Indra putra

Cara Menyiasati Gaji Agar Tidak Menguap

Hampir sebagian besar orang jika di survey akan mengakui bahwa mereka hidup dari gaji ke gaji. Kalaupun mereka memiliki tabungan, itupun tidak seberapa padahal mereka biasanya telah tahunan, bahkan belasan tahun. Jika apa yang diungkapkan di atas adalah Anda, maka sudah saatnya untuk membuat perubahan. Pendapatan bulanan atau gaji harus diatur sedemikian rupa sehingga bisa mencukupi kebutuhan Anda dan keluarga, selain itu juga dapat menabung atau investasi sehingga bisa memiliki persediaan dana kala sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.
Berikut ini adalah langkah-langkah dimana Anda bisa menyiasati agar gaji Anda bukan hanya cukup untuk kebutuhan selama satu bulan, namun juga bisa menyisihkan untuk keperluan di masa depan:

Memberikan milik Tuhan
Apapun Anda menyebutnya, setiap kali Anda menerima pendapatan ada bagian yang menjadi milik Tuhan. Hal ini biasa kita sebut perpuluhan, sebuah bentuk ketaatan akan titah Tuhan dan juga bentuk iman bahwa Allah sanggup mencukupi kebutuhan Anda.

Menyimpan cadangan di lumbung
Biasanya anggaran untuk menabung besarannya antara 10-50 % dari pendapatan Anda. Hal ini tentu tergantung keadaan Anda, untuk Anda yang belum berkeluarga, sangat disarankan untuk menabung 30-50 % pendapatannya. Hal ini disarankan karena kebutuhan mereka yang masih lajang lebih rendah dari pada mereka yang sudah berkeluarga.

Hutang
Setiap penasihat keuangan pasti akan memberikan masukan agar Anda bebas dari hutang. Namun jika pun Anda menggunakan kartu kredit atau berhutang dalam bentuk lain, besaran idealnya adalah 30% dari penghasilan Anda.

Membuat anggaran untuk kebutuhan Anda
Hidup tanpa memiliki anggaran keuangan itu artinya Anda hidup tanpa rencana, akhirnya Anda akan dikendalikan oleh kebutuhan dan keinginan. Hasil akhirnya adalah Anda akan mengalami kekurangan. Jadi jangan pernah anggap remeh membuat anggaran keuangan.
Satu hal yang perlu kita garis bawahi dari empat hal di atas adalah perencanaan, tanpa perencanaan yang baik maka Anda tidak akan berhasil. Jalankan rencana keuangan Anda dengan disiplin, percayalah bahwa Tuhan tidak akan membiarkan Anda kekuarangan. Selamat mencoba.
by :Indra putra

Cara Menguasai Public Speaking Dengan Mudah

Kemampuan untuk berbicara di depan umum atau yang lebih di kenal public speaking memberikan peran besar dalam keberhasilan seseorang. Kenapa? Karena sebenarnya kemampuan ini dibutuhkan ketika Anda berbicara di hadapan satu orang maupun seribu orang. Namun ketika Anda berada di sebuah panggung, ataupun berbicara dengan seorang pemimpin penting, Anda mungkin merasa grogi hingga keringat bercucuran atau bahkan merasa gemetar.
Gugup atau grogi adalah sesuatu yang alamiah, namun hal tidak boleh menghambat Anda untuk mencapai kesuksesan. Bahkan sebaliknya, Anda bisa menggunakan rasa gugup Anda untuk mencapai kesuksesan Anda. Caranya bagaimana? 

Kuasailah ketakutan dan rasa gugup Anda.
Rasa gugup seringkali muncul karena rasa tidak percaya diri yang begitu kuat menguasai Anda. Hal ini dipicu karena Anda terfokus pada kelemahan Anda. Jadi cara mengatasinya adalah dengan fokuskan diri Anda pada hal-hal lain di sekitar Anda, selain diri Anda sendiri. Anda bisa mencoba fokus kepada lingkungan sekitar Anda, orang-orang yang hadir, atau materi yang akan Anda bawakan.

Hadirin yang hadir dapat menjadi teman Anda. Kecuali Anda memang sedang berhadapan dengan sekelompok orang yang memusuhi Anda, tabiat alami manusia adalah ingin melihat orang lain berhasil. Jadi, mereka yang hadir untuk mendengarkan Anda ada di pihak Anda. Untuk itu, dari pada berasumsi mereka tidak menyukai Anda, pikirkan keuntungan apa yang mereka dapatkan jika mereka menyukai Anda.

Mereka mungkin lautan wajah yang Anda tidak kenal, tetapi mereka benar-benar orang. Jadi pikirkan bagaimana terhubung dengan pendengar Anda. Ingatlah bahwa sekalipun mereka tidak berbicara, namun Anda masih bisa melakukan komunikasi dua arah.

Poin yang terpenting adalah dengan memperhatikan orang yang mengangguk sebagai tanda setuju atas pernyataan Anda dan juga mereka yang mengerutkan dahi tanda mereka tidak setuju. Selama Anda melihat respon di wajah para pendengar Anda, maka Anda sedang menguasai panggung.

Agar pendengar Anda tidak tertidur, Anda harus membuat arena Anda menarik, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda coba:
-  Ajukan pertanyaan retorika
-  Kembangkan kontak mata selama satu atau dua detik dengan sebanyak mungkin orang.
-  Jadilah proaktif
-  Buatlah tantangan
-  Atur kecepatan berbicara Anda secara berirama
-  Atur volume suara Anda

Pada dasarnya, public speaking adalah seni berbicara seperti seseorang yang sedang berbincang-bincang. Jadi jika Anda bisa mengajak sahabat Anda asik ngobrol, maka Anda bisa melatih kemampuan Anda untuk berbicara di depan umum.
by :Indra putra

Rabu, 09 Februari 2011

Mempercayakan Masalah Dompet Anda Pada Tuhan

Apakah Anda pernah memainkan permainan dimana Anda harus menutup mata, menyilangkan tangan di dada dan menjatuhkan diri ke belakang, dimana teman-teman Anda telah siap untuk menangkap Anda di belakang sehingga Anda tidak terjatuh ke lantai? Ya, permainan ini sering dilakukan ketika out bond. Disini kita dilatih untuk belajar mempercayai rekan tim kita.

Dihubungkan dengan masalah keuangan, pernahkan Anda menjalankan permainan ini dengan Tuhan? Ya, apakah Anda telah menjalankan kalimat “In God We Trust” seperti yang tertulis dalam uang dolar Amerika? Jika kita tidak pernah percaya bahwa Tuhan sanggup menyediakan kebutuhan kita, maka kita tidak bisa mempercayai Tuhan sepenuhnya.
Dalam kotbahnya di bukit, Yesus banyak mengajarkan masalah mempercayai Tuhan dalam hal keuangan seperti ini 
(Matius 6):
-    Investasi dalam kekekalan
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:19-21).
-   Tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, Tuhan dan uang.
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. (Matius 6:24)
-     Jangan kuatir akan kebutuhan hidup Anda.
Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? (Matius 6:25).
Pertanyaannya, apakah kita telah menghidupi ajaran Yesus ini? Yesus meminta kita percaya kepada Tuhan akan masalah keuangan kita dan juga kebutuhan sehari-hari kita, mulai dari makanan, pakaian bahkan tempat tinggal kita. Yesus berkata bahwa semua itu dicari-cari oleh semua bangsa yang tidak mengenal Allah, jika kita juga menjadikan hal tersebut prioritas, lalu apa bedanya antara orang yang mengenal Allah dan yang tidak?

Tugas utama kita adalah “mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya” maka semuanya itu akan ditambahkan dalam kehidupan kita.
Percayalah, Tuhan tahu apa yang Anda butuhkan lebih dari siapapun. Kita mungkin sering berkata “aku percaya..” namun untuk percaya Anda harus berjalan dalam iman dari hari ke sehari. Lakukanlah bagian Anda, dan percayalah bahwa Kerajaan Allah akan mengikuti dimana Anda menginvestasikan waktu, telenta dan juga harta Anda.
by :Indra putra

Panduan Menghadapi Perubahan Dalam Pernikahan

Apakah Anda dan pasangan Anda sedang mengalami stres akibat situasi dan kondisi yang tak terduga dan selalu berubah akhir-akhir ini? Bagaimana jika Anda menerima pesan teks yang terbaca seperti ini: Thrfr we wil nt fear tho t erth shld chng . . .
Sebenarnya Anda telah dikirim pesan yang tepat dan lebih baik oleh Allah: Therefore we will not fear, though the earth should change and though the mountains slip into the heart of the sea. (Mazmur 46:2).

Perubahan seringkali menjadi hal yang sulit untuk dihadapi, namun hal itu memungkinkan kita untuk menggabungkan kemenangan dari badai kehidupan yang kita hadapi. Berikut adalah beberapa panduan untuk menghadapi perubahan bersama dengan pasangan Anda:

1. Berdiri dengan pasti ketika Anda berhadapan dengan ketidakpastian. Saya mendorong para wanita untuk mengikuti teladan Naomi dari kitab Rut. Ketika suami dan anak-anaknya meninggal, ia kembali ke tempat terakhir dimana Tuhan menyuruhnya: tanah airnya. Jika Anda merasa terhilang, kembalilah kepada orang-orang yang dekat dengan Anda – tempat dimana janji-janji Firman Tuhan dinyatakan dalam hidup Anda.

2. Berkonsentrasi pada kepastian ketika berhadapan dengan ketidakpastian. Lihatlah alam, ombak yang terus bergulung, pasang surut lautan, matahari yang terbit dan terbenam setiap hari. Tuhan memegang kendali. Mazmur 50:6Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim”. Amati hal-hal tertentu dari alam dan percayalah pada kehandalan Tuhan dalam mengontrol hidup Anda juga. Tuhan memegang kendali bahkan ketika Anda tidak dapat melihat atau merasakan-Nya. Jadi, pandanglah pada matahari terbit atau matahari terbenam hari ini untuk mengingatkan Anda akan kuasa yang disediakan-Nya! mengingatkan kita: “

3. Melakukan apa yang Anda tahu saat menantikan apa yang belum Anda ketahui. Lakukanlah hal yang menyehatkan sementara Anda menunggu dan bertanya-tanya. Membersihkan rumah, berpakaian, mengunjungi teman, dan melanjutkan pelayanan bahkan jika itu hanya sekedar membantu orang-orang yang Tuhan bawa untuk melintas dalam hidup Anda. Amsal 31:13 memberikan sebuah teladan mengenai seorang wanita yang ‘senang bekerja dengan tangannya’. Jika Anda tidak memiliki jawaban atas pertanyaan Anda, lakukan semacam penelitian lalu melangkahlah keluar atau mengunjungi seseorang yang dapat membantu.

4. Fokus pada kesetiaan Allah sementara menunggu masa depan. Ingatlah akan kesetiaan Allah dalam hidup Anda sendiri. Simpanlah segala kenangan akan kesetiaan Allah dalam lembaran catatan kaki, foto album, dan juga di dalam hati Anda – seperti pemazmur yang membuat daftar 25 kemenangan dan kesetiaan Tuhan dalam Mazmur 136 dan setiap pencapaian diakhiri dengan pujian “kasih-Nya kekal untuk selama-lamanya”.

Seringkali dalam sebuah perubahan sangat mudah untuk menyalahkan pasangan Anda atau menjadi marah atau bahkan menjadi sangat depresi sehingga hal itu akan menyulitkan pasangan maupun anak-anak Anda untuk hidup bersama-sama dengan Anda. Melangkahlah masuk ke dalam pertolongan dan harapan yang Tuhan tawarkan, dan dalam waktu singkat Anda akan menemukan sukacita Anda.
by :Indra putra

6 Kunci Meluputkan Pernikahan Dari Perceraian

Dr. Gary Rosberg dan istrinya Barbara telah mengidentifikasikan sejumlah prinsip-prinsip alkitabiah yang menurut mereka merupakan kunci untuk meluputkan pernikahan dari perceraian. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk berikut ini tidak hanya akan meningkatkan hubungan Anda dengan pasangan Anda di waktu ini, namun dengan melakukannya akan membentuk pola anak-anak Anda untuk melakukan hal yang sama dengan pasangan mereka di masa yang akan datang.

Berikut adalah 6 kunci untuk meluputkan pernikahan dari perceraian. Jika Anda ingin segera memperkuat hubungan yang ada di antara Anda dan pasangan, mulailah tunjukkan pada pasangan Anda:

1. Cinta yang mengampuni – Karena pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, semua dosa kita telah diampuni. Cinta yang penuh dengan pengampunan yang ditunjukkan oleh Yesus merupakan hal yang sangat penting dalam pernikahan. Cinta yang mengampuni menawarkan sebuah awal yang baru setelah salah satu pasangan telah menyakiti atau menyinggung pasangannya. Tanpa pengampunan, tidak akan pernah ada pernikahan terakhir.

2. Cinta yang melayani – Apakah Anda mengetahui kebutuhan terdalam dari pasangan Anda? Mencintai pasangan Anda dengan hati yang melayani merupakan cara terbaik dan tercepat untuk mengetahui apa yang dibutuhkannya. Layani satu sama lain dalam kasih (Anak Manusia sendiri datang ke dunia bukan untuk dilayani tapi untuk melayani).

3. Cinta yang gigih – Pernikahan bagaikan lari marathon dan bukan lari cepat jarak pendek. Apakah Anda mempertahankan pernikahan Anda untuk jangka panjang atau apakah Anda memiliki kecenderungan untuk meloncat keluar saat keadaan menjadi sulit? Cinta yang gigih dapat menopang kita untuk melalui pencobaan hidup (dan pencobaan adalah apa yang membuat pernikahan apapun menjadi nyata).

4. Cinta yang melindungi – Dengan kata lain, biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda akan melakukan apa saja untuk mempertahankan pernikahan dan membuat Anda berdua tetap bersama (tentu saja untuk pernikahan yang sesuai dengan hukum dan moral). Budaya modern saat ini tidak lagi terlalu tertarik dengan pernikahan – meskipun pernikahan sebenarnya merupakan tulang punggung masyarakat. Menjaga cinta akan melindungi hati Anda dan juga pasangan Anda dari ancaman yang ada di dalam pernikahan. Percayalah, ancaman itu ada!

5. Merayakan cinta – Betul, rayakan pernikahan Anda! Siapkan hadiah terbaik untuk pasangan Anda. Merayakan cinta akan melengkapi Anda untuk mempertahankan hubungan yang memuaskan baik secara emosional, fisik dan rohani dengan pasangan Anda. Jadi rayakanlah!

6. Memperbaharui cinta – Pernikahan tidak akan bertahan jika salah satu maupun kedua belah pihak terus menantang integritas dengan mengancam untuk pergi. Faktanya adalah memperbaharui cinta akan memungkinkan baik bagi suami maupun istri untuk menganggap bahwa janji pernikahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihancurkan (seperti yang dilakukan oleh Tuhan). Jadi bagilah karunia pernikahan ini bersama dengan pasangan Anda setiap hari. Bersukacitalah di dalam kenyataan bahwa Anda berdua akan selalu bersama selamanya – “dalam keadaan suka maupun duka!”

Keenam ekspresi vital dari cinta ini akan membuat pernikahan Anda menjadi lebih baik. Keenam hal ini juga akan membantu Anda untuk mengajarkan kepada anak-anak Anda bagaimana memahami semua yang Alkitab katakan mengenai cinta dan pernikahan.
Cinta membutuhkan waktu – menciptakan sebuah hubungan yang baik membutuhkan waktu. Jadi terus pertahankan, terus berdoa, dan mulailah menciptakan pernikahan yang terluput dari perceraian dengan mengasihi pasangan Anda!
by :Indra putra

Siapa Yang Anda Sakiti?

Ketika berusaha menyakiti orang lain, siapa yang sebenarnya paling kita sakiti?
Pertanyaan inilah yang terus saya renungkan selama beberapa minggu terakhir ini saat saya memikirkan tindakan dari salah seorang yang dekat dengan saya. Alih-alih merayakan pernikahan dengan membuatnya menjadi inklusif, intim dan spesial, seorang wanita yang saya kenal memutuskan untuk membawa pernikahannya ke dalam sebuah pernyataan politik termasuk keluarga, teman dan orang-orang tercinta dalam rangka untuk menyakiti dan mempermalukan mereka.

Wanita ini benar-benar menghancurkan dirinya sendiri, dan saya mencoba memahami motivasi dari tindakannya yang tidak berperasaan. Apa yang memotivasi seseorang untuk melukai orang-orang terdekatnya? Apakah untuk mendapatkan perhatian? Apakah untuk membalas dendam? Apakah kebutuhan agar orang lain juga merasakan dan mengalami rasa sakit yang ia rasakan di dalam dirinya? Atau apakah hal itu sebagai pelarian dari tekanan tak terlihat dan harapan yang ia rasakan karena menjadi orang terakhir di keluarganya yang menikah?

Pada saat keluarga harusnya merayakan ulang tahun pernikahan, orangtua, kerabat dan pasangannya terpecah belah dan tidak saling menyapa satu sama lain, terpisah dengan penyesalan dan melukai perasaan. Saya bertanya-tanya apakah pendekaatan yang dilakukan wanita ini bijaksana dan memang diperlukan mengingat dampak berikutnya yang mungkin terjadi dari kejadian ini. Sakit hati yang ia lontarkan menunjukkan kerentanan jauh di dalam dirinya sendiri dimana ia belum siap menangani hidup yang dijalaninya saat ini.

Saya berbicara dengan banyak orang mengenai perasaan, terutama dengan mereka yang memiliki masalah dengan pernikahan dan sedang berjuang untuk menemukan makna dari segala hal yang terjadi di sekitar mereka. Ketika pernikahan mulai berantakan, saya bertemu dengan orang yang merasa kebingungan, sedih, frustrasi, marah dan sakit hati. Dari semua perasaan itu, sakit hati adalah perasaan yang paling kita pahami.

Inti masalah bagi Anda dan pasangan lainnya yang merasa sakit hati adalah dengan menemukan arti dari perasaan ini dan belajar untuk mengembangkan respon yang tepat. Kita dapat mengkomunikasikan perasaan sakit hati yang kita rasakan kepada pasangan atau orang yang kita kasihi dan membuka diri terhadap kerentanan, atau kita dapat menekan perasaan sakit hati yang kita rasakan dan membiarkannya memanifestasikan diri dalam bentuk lain. Persoalannya adalah jika kita memilih untuk menyimpan perasaan kita yang terluka, hal itu dapat bermanifestasi melalui cara yang membahayakan hubungan. Kita dapat memilih untuk membiarkannya meledak di saat kritis dan menggunakan segenap kekuatan yang ada sehingga menyebabkan kerusakan yang sangat parah, atau kita dapat menyimpannya dan membiarkan perasaan itu meracuni kita, atau kita dapat menggunakan perasaan itu untuk mempermalukan seseorang di saat yang kita anggap tepat.

Tapi sebenarnya siapa yang paling kita sakiti? Tidak ada kebaikan yang kita dapatkan saat kita melukai orang lain. Tidak ada kebaikan yang kita dapatkan saat kita mengubah pernikahan menjadi sebuah ajang kompetisi. Tidak ada kebaikan yang kita dapatkan dengan mengubah rasa sakit hati itu menjadi taktik atau senjata untuk melukai orang lain. Satu-satunya orang yang Anda jatuhkan adalah diri Anda sendiri. Dan pihak yang paling terluka adalah hubungan itu sendiri.
Akui rasa sakit Anda dengan menggunakan pernyataan “saya”. Pahami mengapa Anda merasa sakit hati. Apakah seseorang dengan sengaja telah menyakiti Anda? Apakah harapan yang Anda miliki pada seseorang telah kandas? Apakah orang yang Anda kasihi telah menyentuh masalah yang belum sepenuhnya dapat Anda tangani? Apakah seseorang telah menyentuh salah satu ketakutan Anda?

Saya ingin agar pernikahan Anda dikenang di saat-saat Anda menghembuskan nafas terakhir, saat ketika Anda merasa begitu terkait dengan pasangan Anda dan merasa seolah-olah hati Anda hancur saat kehilangan dirinya. Saya ingin agar pernikahan Anda dikenang dengan melibatkan pasangan di dalam hidup dan perjalanan emosional Anda. Dan saya ingin agar pernikahan Anda dikenang sebagai saat untuk mengasihi pasangan Anda dengan cinta kasih yang cukup untuk mengatakan kepadanya akan apa yang Anda rasakan, menekan godaan dan untuk mengasihi pasangan dengan kasih yang cukup untuk mengekspos diri terhadap kerentanan.

Sebuah pernikahan yang berhasil adalah tentang membuka diri Anda kepada spektrum emosional yang sepenuhnya sebagai pasangan, dan menghidupi setiap momen dan emosi sepenuhnya. Di saat-saat seperti inilah Anda akan benar-benar terbuka dan rapuh dimana Anda akan sangat terhubung dengan pasangan. Kali lain saat Anda melihat pasangan Anda, katakan padanya mengenai sesuatu yang menakutkan bagi Anda. Mintalah agar ia juga melakukan hal yang sama. Pada saat itulah Anda akan terhubung dengan pasangan Anda melalui keintiman yang sangat dalam. Hal ini mungkin langkah pertama Anda terhadap pemulihan pernikahan Anda.
Dan Anda berdua menang.
by :Indra putra

Buka Dulu Topengmu!

Teringat lagu dari peterpan yang berkata Tapi buka dulu topengmu. Biar kulihat wajahmu. Dalam berkencan, hanya sedikit orang yang pada akhirnya menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak lagi mengumbar senyuman palsu, atau tertawa dan terkikik dengan suara yang agak terlalu keras, memainkan rambut dengan sedikit berlebihan atau melakukan apa saja untuk menutupi kekurangan mereka – apakah itu komedo maupun kondisi mereka yang belum memiliki pekerjaan. Suatu hal yang sungguh membuang-buang waktu! Jujur saja, Anda mengencani seseorang untuk mencari seseorang yang bisa ‘nyambung’ dengan Anda. Lalu, jika Anda tidak bersedia menjadi diri sendiri atau berlagak menjadi orang lain untuk menghindari ia mengenal Anda seutuhnya... akan jauh lebih baik jika Anda tinggal di rumah saja.

Sayangnya, dunia internet dan tekhnologi saat ini semakin memudahkan orang untuk hidup di balik kepura-puraan dan membuat orang lain berpikir Anda sebagai seseorang dengan gambaran yang jauh dari aslinya. Tentu saja Anda tahu tentang modus orang menikah yang mengaku masih siingle, bahkan memasang foto-foto palsu dan mencoba menarik perhatian orang lain. Semuanya tampak bodoh bukan? Tekhnologi sama yang digunakan untuk membuat orang saling terhubung dapat digunakan untuk mengungkapkan diri Anda yang sebenarnya, jadi apa gunanya?
Kencan pertama dapat diibaratkan dengan wawancara kerja. Sama halnya Anda tidak membiarkan bos yang mewawancarai Anda tahu bahwa Anda adalah seorang perokok, hal ini cukup normal dan mungkin bijaksana untuk menyembunyikan beberapa hal dari orang yang Anda ajak kencan. Bagi mereka yang bertele-tele, dan merasa nyaman dengan seseorang pada kencan pertama dan kedua, mungkin akan membuat Anda merasa berhasil. Namun, menutupi kekuarangan Anda di sana-sini justru akan membuat Anda terlihat buruk pada akhirnya. Intinya adalah mecari tahu bagaimana meninggalkan kesan yang baik tanpa membawa kepalsuan di dalamnya. Mudah-mudahan Anda bukan seorang psikopat yang sedang menyamar – jadi apa yang salah dengan menjadi diri sendiri?

Ahli relationship menyarankan bagi mereka yang berkencan untuk setidaknya bersikap jujur dan tidak takut mengungkapkan beberapa informasi pribadi. Membicarakan minat dan menjadi diri sendiri saat kencan sepanjang Anda tidak berkompromi pada nilai-nilai dan opini Anda sangatlah penting untuk menjaga harga diri Anda. Menjadi diri sendiri juga baik untuk menghemat waktu dan memangkas hubungan yang tak perlu, lebih cepat lebih baik. Apakah ini berarti Anda harus cepat-cepat masuk ke dalam perdebatan politik maupun agama? Belum tentu. Namun jika Anda melihat bahwa orang yang Anda kencani memiliki pandangannya sendiri yang ia pegang teguh dan tidak sejalan dengan sistem nilai Anda, ada kemungkinan hubungan ini tidak akan berhasil untuk jangka panjang.

Jika Anda menjadi diri sendiri saat berkencan, hal ini berarti Anda akan memperlihatkan beberapa perilaku yang tidak diinginkan atau dipertanyakan oleh pasangan kencan Anda – dan mungkin Anda ingin menyimpannya untuk sementara waktu. Hanya karena Anda suka memakai celana yang lama tak dicuci atau jarang mandi, atau makan berlebihan saat makan malam, tak berati Anda harus melakukan hal itu saat Anda sedang berkencan. Memperlihatkan kurangnya tata krama seperti itu justru menunjukkan tidak adanya rasa hormat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang yang Anda kencani. Di saat yang sama, akan tiba saatnya ketika hubungan akan berlanjut dan mereka melihat sisi lain dari Anda. Lalu, mereka pun akan mengambil keputusan apakah sisi kualitas Anda memiliki nilai lebih atau tidak dari sisi hasrat untuk menjalin hubungan dengan Anda.

Manfaat untuk menjadi diri sendiri saat kencan tentu saja sangat banyak diantaranya:
  1. Pertama, Anda dapat mengakhiri kencan dengan merasa senang akan diri Anda sendiri. Bahkan jika kencan itu pada akhirnya tidak berjalan dengan baik, jauh lebih baik daripada mengorbankan diri Anda demi orang lain. Kedua, memulai suatu hubungan dengan kejujuran adalah suatu hal yang baik. Jika Anda memulainya dengan kepalsuan, orang yang Anda ajak kencan akan selalu bertanya-tanya apalagi yang Anda sembunyikan. Tentu saja bukan ini yang Anda inginkan untuk suatu hubungan jangka panjang. 
  2. Keuntungan lainnya, saat Anda menjadi diri sendiri dan berperilaku secara alami dan jujur, Anda juga akan merasa lebih nyaman. Anda akan menunjukkan pribadi terbaik Anda daripada membuang banyak energi untuk menjadi seseorang yang bukan Anda. Dan jika Anda menemukan bahwa Anda berdua tidak cocok, atau pasangan kencan Anda tidak ingin lagi keluar dengan Anda – paling tidak Anda tahu inilah Anda yang sebenarnya dan bukan Anda yang sedang berpura-pura. Dengan banyaknya orang di dunia ini, merupakan hal yang normal saat Anda merasa tidak nyaman untuk berhubungan dengan seseorang atau mereka yang tidak merasa nyaman dengan Anda.
Intinya seperti ini, saat Anda berkencan dengan seseorang, Anda ingin agar mereka mengenal Anda yang sesungguhnya. Jika Anda bersembunyi di balik topeng, mencoba untuk menjadi seseorang yang bukan Anda atau mencoba membuat orang lain terkesan dengan mencoba menjadi orang lain yang sesuai dengan impian teman kencan Anda – Anda sebenarnya sedang menipu diri sendiri dan juga teman kencan Anda. Anda sedang membuang-buang waktu dan energi, dan beresiko menghancurkan kepercayaan diri dan harga diri Anda selama menjalin hubungan itu

Satu sisi mungkin Anda gugup, tapi berpura-pura menjadi orang lain jelas jauh berbeda. Menjadi diri sendiri saat kencan bukan tentang mencoba membuat orang lain terkesan kepada Anda tapi tentang mencoba untuk merasakan dan mencari tahu apakah ia adalah orang yang tepat bagi Anda untuk menjalani hidup bersama. Sama halnya dengan wawancara kerja, Anda menunjukkan diri Anda yang terbaik untuk menunjukkan Anda memiliki kualitas yang patut diperhitungkan. Anda benar-benar harus dapat menjadi diri sendiri dalam berkencan dan masih tetap sopan, menarik, dan diinginkan. Jika tidak, Anda mungkin perlu meluangkan waktu dengan konselor atau sekolah etika sebelum melanjutkan kencan.

Jika Anda posting profil Anda sendiri dalam sebuah forum kencan online – bahkan jika awalnya hanya untuk bersenang-senang, berusahalah untuk menjadi sejujur mungkin. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan Anda temui atau kemana hubungan ini akan berakhir!

by :Indra putra

Senin, 07 Februari 2011

You need to be wise when you are falling in love

Kata orang cinta itu buta..Dari jaman g smp, g ga setuju dengan statemen ini. Yang g tau orang dibutakan oleh cinta..tapi setelah bertambah umur dan baca buku ini itu,g tahu bahwa orang bukan dibutakan oleh cinta, tapi nafsu...huehehhe...yang klo kata kedokteran gara2 hormon..

Sebenarnya cinta itu adalah suatu komitmen..komitmen untuk menerima orang lain apa adanya...komitmen untuk bayar harga...komitmen untuk memberi dan menerima...percaya dan terbuka...dan untuk mencapai true love itu ga gampang...

Yang perlu disadarin ma kita2 yang masih muda..waktu kita jatuh cinta..alias simpati..alias 'gitu2an' yang berarti naksir2an..wakwakwak..kita perlu jadi orang yang bijak...

Selama g ngalamin...'blush'..'blush'...Ada beberapa hal yang Babe ajarin...

1. Bayar harga VS Budak cinta.
Bayar harga berarti lo tau kapan harus berkorban dan kapan lo harus menahan diri untuk mengorbanin diri lo buat orang yang lo sayang. waktu lo mengorbankan buat orang yang lo sayang sampai lupa sama ortu lo,sahabat lo yang lain...itu bukan bayar harga tapi budak cinta..karena seluruh hidup lo, lo korbanin buat orang itu.

2. Menerima apa adanya VS cinta itu buta
Lo bisa mencintai seseorang tanpa mempedulikan baik dan buruknya, itu bukan cinta. Cinta tuh lo sadari kelemahan dan kekurangan orang tersebut, mempertimbangkannya dan dari hati lo mau berkomitmen untuk menerima kelebihan dan kelemahan dia..yang berarti lo mau nerima setiap resiko dari marah sampe sakit hati yang akan lo terima dari dia.

3. Mencintaimu VS Menginginkanmu
Mencintai bisa jadi menginginkan, tapi menginginkan belum tentu bisa mencintai...Why...waktu kita mencintai seseorang kita bisa mengendalikan diri kita untuk memiliki waktu dia, perhatian dia, fisiknya dia blabla...tapi klo kita menginginkan..kita akan lebih banyak menuntut dan berusaha menyedot semua yang ada di diri orang yang kita sayang.

Tiga hal ini yang Babe ajarin sama gua...yang pasti berat banget buat jalanin...maunya dunia milik berdua, tapi Babe selalu bilang buat g selalu waras..hidup bukan gua sendiri yang jalanin...Thk u God...Kalo ga pasti si 'ono' udah g obok2..bukan jadi gemuk malah jadi kurus...wakwakwak... yaa..itu yang mau g bagiin sedikit...

by :Indra putra

Selasa, 01 Februari 2011

Melepaskan Hubungan Yang Salah

Dengan semakin mendekatnya perayaan hari Valentine, banyak dari antara kita yang akan mengkaji ulang hubungan cinta yang sedang kita jalani. Mary Pender Greene, pakar hubungan dan psikoterapis dari New York City mengatakan, “Hubungan percintaan adalah sesuatu yang indah. Hubungan seperti itu memperkaya hidup kita dan membuat sebagian besar kita meningkatkan perasaan akan keterikatan, harga diri dan kesejahteraan. Penelitian terbaru menemukan bahwa meningkatnya pengalaman cinta dan seks akan meningkatkan pandangan kita terhadap kehidupan dan memperbaiki kesehatan kita.”

Tahapan awal dari suatu hubungan cinta biasa kita kenal dengan periode bulan madu – saat dimana hati terasa berbunga-bunga dan penuh dengan kebahagiaan yang seringkali tidak berlangsung lama.
Pender Greene melanjutkan, “Pasangan dalam suatu hubungan percintaan cenderung menunggu sampai mereka merasa nyaman satu sama lain – biasanya tiga bulan atau lebih – sebelum mereka mulai menunjukkan pribadi mereka yang sebenarnya yang sebelumnya masih tertutup rapi saat pertemuan-pertemuan awal. Tersingkapnya beberapa masalah seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang – pengangguran tingkat kronis atau hutang yang bertumpuk dapat membuat Anda mempertanyakan pilihan Anda akan pasangan Anda. Jika Anda mulai disingkapkan beberapa hal perihal pasangan yang mengganggu Anda, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan Anda.”

Cobalah untuk mengesampingkan beberapa penyingkapan kebenaran akan masalah pasangan Anda, karena perilaku seseorang dapat berubah jika dihadapkan pada konteks realita yang baru, seperti tekanan pekerjaan ataupun perselisihan keluarga. Jika perubahan perilaku itu mengubah perasaan Anda terhadap orang tersebut, maka bisa jadi inilah waktu bagi Anda untuk melanjutkan hidup.
Pender Greene mengidentifikasi beberapa tanda-tanda peringatan yang menunjukkan hubungan Anda sepertinya tidak dapat dipertahankan lebih lama:
  1. Rasa keterikatan di antara Anda berdua terasa lebih mirip persahabatan.
  2. Saat pasangan Anda berkata, “Aku mencintaimu”, terasa berat bagi Anda untuk mengatakan hal yang sama.
  3. Anda hanya memiliki sedikit topik untuk dibicarakan satu sama lain.
  4. Salah satu pihak berkhianat.
  5. Ada perasaan ‘ga nyambung’ ketika Anda mencoba untuk berkomunikasi dengannya.
  6. Kepura-puraan di antara Anda lebih menarik daripada hubungan itu sendiri.
  7. Pembicaraan Anda berdua mengenai masa depan bersama hanya terlihat bagaikan fantasi atau tidak nyata.
  8. Anda menemukan bahwa Anda berdua lebih sering bertengkar daripada bersenang-senang.
  9. Melakukan hubungan seks di luar nikah karena kurangnya pengendalian diri, dan rasa bersalah yang mengikuti hal itu.
  10. Pasangan Anda tidak mendukung pekerjaan maupun hobi Anda di luar hubungan percintaan Anda berdua.
  11. Anda menemukan bahwa diri Anda melihat orang lain lebih menarik daripada pasangan Anda.
”Anda dapat berlama-lama menjalani suatu hubungan yang tidak bahagia karena telah menjadi bagian dari rutinitas Anda dan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan jika Anda melepaskan diri darinya,” ujar Pender Greene.
“Anda dapat melanjutkan hubungan tersebut dalam bentuk lain jika hubungan tersebut memenuhi beberapa tujuan fungsional, seperti persahabatan yang sederhana atau hubugan sosial yang lebih luas. Selain itu, semakin lama Anda mempertahankan sebuah hubungan yang tidak memuaskan, semakin sedikit kesempatan Anda untuk mendapatkan seorang pasangan yang baik. Melepaskan pasangan Anda saat ini bisa jadi merupakan suatu hal yang sulit, tidak nyaman, bahkan menakutkan, tetapi itu bukanlah akhir dari dunia ini. Keputusan Anda untuk mengakhiri sebuah hubungan yang salah bisa jadi akan menjadi awal kehidupan Anda yang baru.”
by :Indra putra